Tinjauan terhadap Teori Behavioristik Ivan Pavlov

Dalam teori behavioristik, modifikasi perilaku diupayakan agar dihasilkan bentuk perilaku pula. Teori ini bergerak dari temuan Ivan Pavlov dengan sebutan Stimulus-Respon setelah mengeksperimen anjing, daging, lampu, dan air liur. Penekanan teori behavioristik adalah rangsangan harus diberikan kepada pelaku belajar agar diperoleh respon sebagai reaksi dari pelaku belajar itu. Stimulus yang diberikan dapat berupa kondisi dan bukan kondisi.
selanjutnya

6 comments Januari 28, 2010

Membunuh Karakter Anak

Guru taman kanak-kanak Budi bertanya kepada anak-anak sekelas, “Berapa satu tambah satu?” Merasa yakin tahu jawabannya, Budi hampir tidak dapat tetap duduk di kursinya karena melambaikan tangan dengan kalut. Gurunya akhirnya menyebut namanya, dan dengan penuh percaya diri Budi tersenyum dan menjawab “Satu tambah satu sama dengan tiga!” Gurunya tersenyum dengan simpatik sambil berkata, :Bukan, itu salah. Santi, kamu tahu tidak, jawaban yang benar?” dan seterusnya. Sementara itu, anak-anak lain diam-diam menertawakan Budi dan seluruh pengalaman tersebut mengubah dirinya. Sekarang, dengan merasa kalah dan mendapat pelajaran penting, dia berkata kepada dirinya, “Jangan berbuat itu lagi! Jangan mengangkat tangan kecuali jika kau sangat yakin jawabanmu tepat.” Jadi dia tidak melakukannya lagi, dan sikap ini menempel terus. Budi telah mengasosiasikan pengakuan dengan keTEPATan dan dia menyimpan yang dia pelajari untuk dirinya sendiri. selanjutnya

Add comment Januari 22, 2010

Aluh Suryani 6: Harapan

Harapan

Pada hari ketujuh, di pagi hari, langit cerah. Juhari berdiri di samping seorang sahabatnya. Pagi ini semua penumpang kapal akan melihat daratan. Tak lama lagi mereka akan sampai di tujuan.
“Hari ini kita akan sampai di tujuan. Coba kau rasakan, kapal mulai terasa tenang”.
“Berapa jam lagi kita akan melihat daratan?”
“Biarlah itu jadi rahasia”.
selanjutnya

Add comment Januari 16, 2010

Aluh Suryani 5

5. Di Tengah Laut

Sore itu, Mat Juki berunjung ke rumah pamannya yang tinggal tidak jauh dari rumahnya. Lelaki muda berusia sekitar 30 tahun itu sudah tampak tua, lebih tua dari umur yang sebenarnya. Tiga anaknya yang masih kecil-kecil menangis ingin mengikuti ayahnya. Tapi segera saja Mat Juki menghardiknya.
Mat Juki melintasi jalan tanah berbatu yang mengepulkan debu di puncak musim kemarau ini. Langkah kakinya menambah pekatnya debu yang mengepul di udara. Matahari menyengat mendidihkan otak di kepalanya. Tapi dengan satu tekat, lelaki itu terus saja melangkah mantap menuju rumah Juhari, sahabat lamanya yang sudah lima belas tahun tak bertemu.
Masih ingatkan ia dengan wajah Juhari muda dulu? Masih ingatkah Juhari dengannya? Pikiran itu terus berkecamuk melintas-lintas di antara uap keringat di kepalanya. Namun tekatnya sudah sedemikian bulat untuk bisa mengubah nasibnya.
selanjutnya

2 comments Januari 11, 2010

Wajibkah Menyusun Karya Tulis?

Berkaitan dengan meningkatnya penghasilan guru yang sudah tersertifikasi, kuat dugaan telah melahirkan ketidakpuasan bagi guru-guru yang belum mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sertifikasi. Apalagi bagi guru-guru yang belum mendapatkan kesempatan mengikuti peningkatan pendidikannya sehingga belum memperoleh ijazah sarjana (S1) atau Akta IV. Rasa tidak puas itu sangat mungkin dapat menurunkan kinerja guru-guru yang sudah memiliki masa kerja yang sudah cukup lama namun belum berkesempatan mengikuti sertifikasi atau mereka yang belum berijazah S1/Akta IV. Tentu dapat kita bayangkan kualitas hasil belajar siswa yang dididik oleh guru-guru yang bernasib seperti ini.
selanjutnya

7 comments Desember 31, 2009

Aluh Suryani 4: Anak Dayak

4. Anak Dayak

Aluh Suryani tidak tahu apa maksudnya. Ia masih terlalu muda untuk memahami apa yang dikatakan orang-orang dewasa di sekitarnya. Banyak di antara orang-orang dewasa memuji kecantikan dirinya, sekaligus juga mengatakan bahwa dirinya adalah anak Dayak. Ia tidak mengerti apa yang dimaksud dengan Dayak. Begitu juga ia tidak tahu apa yang dimaksud dengan Bapaknya Madura, Ibunya Melayu, anaknya kok Dayak yang banyak dikatakan oleh orang-orang dewasa di sekelilingnya. selanjutnya

5 comments Desember 21, 2009

Tak Mampu Mengembangkan Ide

Desember 2009, aku berkessempatan memanfaatkan internet unlimited, dan gratis buatku. Sayangnya, dengan fasilitas ini, belum mampu menumbuhkan ide untuk menulis lagi. Balog ini terbengkalai semenjak awal tahun 2009. Paktis selama setahun ini, hanya ada dua atau tiga tulisan saja.
Berbeda dengan tahun 2008 yang begitu produktif sampai tulisan dalam blog ini diterbitkan menjadi sebuah buku, maka setahun ini, internet hanya digunakan untuk jalan-jalan/browsing saja. Celakanya lagi, facebook sempat menjerat dengan keasyikannya. Namun, belakangan kusyukuri karena aku suah bosan dengan facebook. Kuganti strategi dengan lebih banyak men-share tulisan yangmenarik tentang pendidikan di sana.

7 comments Desember 17, 2009

Aluh Suryani 3: Masa Kecil yang Kritis

3. Masa Kecil yang Kritis

Kehidupan memang tak pernah bisa diduga. Begitu juga dengan keluarga yang sudah dibangun oleh Mustafa bersama Wati. Kehadiran bayi mereka, walaupun bukan anak kandung sendiri yang telah melahirkan beribu kegembiraan dan harapan, harus mengalami cobaan yang tidak ringan.
Baru saja seminggu yang lalu, Mustafa mengadakan acara tasmiyah, yaitu memberi nama buat anaknya, hari ini ia disibukkan oleh anaknya yang sakit. Semenjak pagi anaknya sudah menderita sakit berak-berak. Tubuhnya lemah dan pucat. Sementara itu, Wati, istrinya yang kebingungan sudah pontang-panting mengurusi bayinya yang selalu buang air besar.
selanjutnya

Add comment Desember 16, 2009

Aluh Suryani 2: Percintaan Mustafa-Wati

2. Percintaan Mustafa-Wati
Sebagai seorang duda, Mustafa merasakan betapa sulit dan menderitanya hidup tanpa istri. Sudah tiga tahun Mustafa menduda. Kekayaan tidak menjadi permasalahan baginya. Hanya anak-anak saja yang sering terbengkalai ketika ia harus meninggalkan rumahnya berhari-hari untuk urusan pekerjaannya. Mustafa hanyalah seorang pekerja serabutan yang tidak mempunyai tempat kerja yang tetap.
Berkali-kali sudah Mustafa mencoba mendekati perempuan lain sebagai pengganti istrinya yang telah meninggal karena kanker yang dideritanya. Anak-anaknya pun setuju jika Mustafa menikah lagi dan mereka senang jika mempunyai ibu baru.
selanjutnya

5 comments Desember 15, 2009

Pagi, Hujan, Dingin

Pagi ini, semenjak subuh hujan turun. Waktu berangkat sekolah masih hujan. Udara dingin dan hujan menahanku untuk tetap di rumah. Untung pemerintah menggratiskan internet di sekoah tempat istriku bekerja. Sekolah yang jaraknya tidak sampai 50 meter dari rumah memacuku untuk datang. Kubawa HUB dan kabel-kabel LAN serta laptop. Kubangun jaringan untuk sharing internet dengan 2 komputer yang ada di ruangan. Aku, istriku, dan kedua anakku asyik berinternet.
Jalanan yang becek cukup menghambat perjalanan ditambah udara dingin.

6 comments Desember 3, 2009

Previous Posts


Perjalanan

Siapa tak datang, takkan pernah mendapatkan.
Siapa yang datang awal, akan mendapatkan lebih dulu.
Hanyalah blog orang yang sedang belajar memahami diri.
Selalu murung dan gelisah.
Sekeliling tak pernah memuaskan hati.
Berontak terasa sangat meletihkan.
Kegelisahan adalah kawan akrabku.

Komentar Terakhir

Slamet Triyono di Membuat kuis dengan flash
Willy Ediyanto di Tinjauan terhadap Teori Behavi…
andry sianipar di Tinjauan terhadap Teori Behavi…
awan di Tinjauan terhadap Teori Behavi…
sugeng supoyo di Membedah Otak Einstein

Arsip

Blogroll

Top Posts

Kategori

Blog Stats

 

Februari 2010
S S R K J S M
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Tulisan Terakhir

Halaman

Meta